Selasa, 1 September 2009

SYAITAN & KITA

Sabda Rasulullah saw :
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
“Sesungguhnya syaitan mengalir pada tubuh keturunan Adam pada aliran darahnya” (Shahih Bukhari)

Demikianlah dahsyatnya kekuatan syaitan untuk mempengaruhi pancaindera, menundukkan telinga dan penglihatan manusia agar tunduk kepada hawa nafsu dan dosa. Demikianlah panca indera manusia, terus dimasuki oleh kekuatan syaitan sampai ke jiwanya sehingga saban waktu syaitan makin berkuasa dalam jiwanya malah makin tertutup jiwanya dari keinginan mulia. Makin banyak sangka buruknya, makin banyak sombongnya, makin banyak menghina hamba Allah, semakin gelap keadaan itu maka semakin sempitlah terasa kehidupannya walaupun ia dalam keluasan harta, walaupun ia dalam kemudahan, walaupun ia disanjung orang. Maka ketika jiwanya merasakan kesempitan itulah ia tidak merasakan kebahagian melainkan azab. Masya Allah! Jika di dunia lagi sudah merasakan azab, bagaimana pula hal keadaan di akhirat kelak. Na’udzu billah! Semua Tidak TerkecualiDiriwayatkan pula didalam Shahih Muslim, ketika Sayyidatuna Aisyah rha diberitahu oleh Nabi SAW:
“Telah datang kepadamu syaitanmu”, maka berkata Sayyidatuna Aisyah ra “ya Rasulullah apakah di dalam diriku ini ada syaitan?”,“ya betul, di hatimu dan di dirimu itu ada syaitan”. Apakah di setiap manusia juga ada syaitannya? Rasul SAW menjawab, “ya benar pada setiap manusia itu ada syaitan penggodanya”, lalu bagaimana dengan engkau ya Rasulullah? Dan Rasul SAW menjawab. "Ya! pada diriku pun ada syaitannya, tapi Allah SWT sudah menundukkannya sampai syaitan itu pun menyerah”.
Demikian riwayat shahih muslim memperjelaskan lagi hadis riwayat Shahih Bukhari di atas bahawa syaitan itu mengalir di setiap aliran darah keturunan Adam. Begitulah ‘akrabnya’ hubungan syaitan dengan diri manusia. Dicerobohi hati-hati keturunan Adam ini lalu menghembuskan nafas-nafas kesesatan pada hati manusia. Sehinggalah akhirnya hati itu tunduk dibawah kekuasaan syaitan. Apabila hati telah dikuasai, menguasai anggota lainnya adalah suatu yang mudah. Kerana hati ini adalah semacam jentera penggerak kepada anggota lainya, sebagaimana yang diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Sabda Nabi SAW:
“Di dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging. Ketika gumpalan daging itu baik maka baiklah seluruh tubuhnya, jika gumpalan daging itu buruk maka buruklah seluruh tubuhnya, ketahuilah gumpalan daging itu adalah hati”.
Kisah-Kisah TauladanBerdasarkan hadith ini, syaitan mampu keluar masuk dan menyelinap ke dalam hati sanubari kita tanpa sempadan. Bahkan tidak mampu dikesan. Semacam kita dan syaitan tidak boleh dipisahkan. Sebab itu, sebaik manapun seseorang itu, tetap tidak mampu lari daripada khaatir (lintasan hati) yang mendorong supaya memberontak mengingkari perintah Tuhan. Malahan berapa banyak kisah-kisah mereka yang pada awalnya sangat tekun menunaikan ketaatan akhirnya tersungkur rebah dilembah kemaksiatan. Adapun kisah-kisah mereka yang dilaknat Tuhan kerana menjadi pengikut syaitan teramat banyak dan terkadang berlaku didepan mata. Namun demikian, Allah SWT memuliakan kita didalam kehidupan ini dengan mengutuskan Nabi Muhammad SAW yang membawa petunjuk kebenaran. Bagi yang menuruti petunjuk itu, runtuhlah kekuatan syaitan ke atasnya. Maka yakinlah! Syaitan sebenarnya tidak berkemampuan untuk meruntuhkan iman manusia. Sebesar manapun kekuatan syaitan, kekuatan Allah lebih besar menolong hamba - hambaNya. Jika Syaitan mampu menjebak manusia kepada dosa dan kemaksiatan sejauh-jauhnya, dalam sekejap saja Allah dapat hapuskan dosanya jika ia banyak bertaubat. Puluhan tahun hamba-Nya berbuat dosa dan kesalahan ternyata ia menebusnya dengan air mata taubatnya maka berguguranlah seluruh dosanya. Selawat dan salam kepada Junjungan Mulia, Nabi Muhammad SAW yang melalui baginda, Allah menyediakan senjata bagi umat manusia dengan sabdaannya:
” Setiap keturunan Adam itu tidak lepas dari melakukan kesalahan (maksiat), dan kesalahan itu (penyelesaiannya) adalah dengan BERTAUBAT”.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan